Wednesday, June 27, 2012

Model dan Penggunaan Warna Pada Corel Draw

MODEL - MODEL WARNA PADA CORELDRAW
Warna merupakan salah satu unsur yang penting dalam desain. Tanpa warna, desain yang Anda buat tidak akan berarti sama sekali. Dalam ilmu seni rupa, warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Elemen warna dalam desain grafis juga memiliki fungsi tersebut. Contoh yang paling mudah adalah dengan menganalogikan warna terhadap hal-hal di sekeliling kita. Misalnya, awan = luas = biru muda, matahari = cerah = kuning muda, kayu = kuno, klasik = coklat, api = menyala, dan semangat = merah. Dalam CorelDRAW terdapat beberapa sistem pewarnaan sekaligus pengaturan model warna yang dipakai. Anda dapat memilih warna dan warna outline dengan menggunakan fixed color atau custom color. Dalam CorelDRAW masing-masing model warna dapat mendefinisikan macam-macam warna. Berikut ini adalah model-model warna yang terdapat pada program aplikasi CorelDRAW.

1) CMY
Model warna CMY terdiri dari Cyan, Magenta, dan Yellow. Unsur black pada model warna ini dihasilkan oleh kombinasi dari ketiga warna tersebut. Model ini biasanya dipakai untuk printer komputer dan mesin cetak digital.2) CMYK
Model ini terdiri dari Cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Masingmasing komponen dari model ini didefinisikan dengan angka 0 sampai 100. Apabila keempat komponen warna tersebut bernilai 0, maka akan menghasilkan warna putih. Apabila C bernilai 100, sedangkan M, Y, K bernilai 0, maka akan menghasilkan warna biru. Apabila M bernilai 100 sedangkan C, Y, K bernilai 0 akan menghasilkan warna merah. Apabila Y bernilai 100 dan C, M, K bernilai 0 maka akan menghasilkan warna kuning. Apabila K bernilai 100 sedangkan C, M, Y bernilai 0, maka akan menghasilkan warna hitam. Semakin mendekati 0 nilai tersebut semakin pucat warnanya. Model warna ini biasanya digunakan untuk percetakan offset dan printer komputer.

3) RGB
Model ini terdiri dari Red, Green, dan Blue. Model warna ini merupakan warna standar yang dipakai untuk pembentukan warna. Masing-masing komponen warna ini mempunyai jangkauan dari 0 sampai 255. Apabila ketiga komponen ini diatur menjadi 0, maka akan menghasilkan warna hitam. Namun sebaliknya, apabila ketiga komponen warna ini diatur menjadi 255, maka akan menghasilkan warna putih. Agar menghasilkan warna gelap, ketiga komponen tersebut kita atur sehingga bernilai rendah. Mode warna ini biasa digunakan untuk keperluan on-screen (ditampilkan pada layar monitor).
4) Web Safe Color
Nilai rendah dari web safe color akan menetapkan warna yang gelap, sedangkan nilai yang tinggi akan menghasilkan warna terang. Setiap warna dari model ini terdiri dari enam nilai. Setiap corak (R,G,B) totalnya ada 216 warna (6 red x 6 green x 6 blue) sehingga dinamakan warna 6 desimal yang diuraikan sebagai 0,33,66,99 CC dan FF.

5) HSB
Model warna ini menggunakan pengaturan Hue, Saturation, dan Brigthness. Masing-masing komponen memiliki jangkauan dari 0 sampai dengan 100. Hue menggambarkan warna yang sebenarnya, saturation menggambarkan intensitas atau kuantitas warna putihnya.
6) HLS
Model ini menggunakan pengaturan warna Hue, Lightness, dan Saturation. Nilai Hue menunjukkan warna standar warna yang dipilih, nilai Lightness menggambarkan persentase atau intensitas warna dengan jangkauan dari 0 hingga 100, dan Saturation menunjukkan pengaturan kuantitas warna.
7) LAB
Model warna ini terdiri dari tiga komponen, yaitu Luminance yang dapat menunjukkan warna gelap terangnya warna. “A” menunjukkan komponen warna hijau-merah dan “B” menunjukkan komponen warna biru-kuning. Luminance memiliki jangkauan dari 0 (gelap) sampai 100 (terang), sedangkan “A” dan “B” dari 128 hingga 127.

8) YIQ
Model warna ini terdiri dari tiga komponen, yaitu Y, I, dan Q. “Y” menggambarkan nilai Luminance, sedangkan “I” dan “Q” menunjukkan pengaturan warna hijau, biru, kuning, dan magenta. Ketiga komponen ini memiliki jangkauan nilai dari 0 sampai 225. Jika komponen I dan Q diatur pada angka 0 akan mewakili warna hijau, sedangkan nilai 225 menunjukkan warna magenta.
9) Grayscale
Model warna ini hanya memiliki satu komponen, yaitu L yang menunjukkan Lumi-nance. Nilainya mulai dari 0 sampai dengan 255. Nilai 0 menunjukkan warna putih atau paling terang.

PENGGUNAAN WARNA PADA CORELDRAW
1) Color Docker
Dengan menggunakan color docker, kita dapat menggunakan warna berdasarkan model yang terpilih seperti CMY, CMYK, RGB, Web Safe Color, HBS, HLS, Lab, YIQ, Grayscale, dan Registration Color. Pada sebuah objek yang terpilih kita bisa memberi warna outline atau Fill. Langkah untuk membuka color docker adalah sebagai berikut :

Klik menu Window, kemudian pilih Docker dan klik Color. Dari tampilan color docker terdapat tiga bagian utama, yaitu color sliders, color viewer, dan fixed pallets. Adapun cara untuk mengaktifkan atau memilih dari bagian tersebut adalah dengan cara mengklik tombol yang terdapat di sebelah kanan atas dari docker. 
Color Silders. 
Color sliders digunakan untuk memilih persentase warna atau mengubah nilai-nilai angka berdasarkan model warna. Cara mengaktifkannya adalah klik pada tombol dari docker sehingga muncul tampilan kotak pengaturan color sliders seperti pada gambar di bawah ini.
Color Sliders

Color Viewer.
Color viewer digunakan untuk menghasilkan warna tertentu.
Fixed Pallet.
Fixed Pallet digunakan untuk memilih warna yang akan kita pakai dari fixed pallets collection seperti pantone, trumatch, dan yang lainnya. Cara mengaktifkannya adalah klik ikon dari color docker, kemudian klik tombol Fill (untuk mengisi warna pada objek terpilih) atau klik outline pada color docker untuk memberi warna garis luar dari objek terpilih.
Fixed Palette
2) Color Palette Browser Docker
Color palette browser docker digunakan untuk mengatur pewar-naan menggunakan color palette. Cara menggunakannya adalah klik menu Window, kemudian pilih Docker dan klik Color Palette Browser hingga muncul tampilan berikut.
Color Palette Browser
Keterangan:
a) Untuk menampilkan palette yang kita pilih menjadi tampilan on screen palette (color palet yang tampil di layar), klik kotak check pada masing-masing palette. Untuk menutupnya hilangkan tanda checklist dengan cara mengklik.
b) Untuk menampilkan model-model palette yang lengkap, klik pada tanda + di depan folder sehingga akan menampilkan beberapa pilihan warna.

3) Penggunaan Warna Uniform Fill
Uniform fill adalah sautu jenis pengisian warna yang hanya memiliki satu macam warna penuh pada sebuah objek. Untuk menggunakan uniform fill, langkahnya adalah sebagai berikut.
a) Pilih objek dengan menggunakan pick tool.
b) Buka flyout interactive tool fill dan klik pada interactive fill tool.
c) Pilih Uniform Fill dari kotak daftar fill type pada property bar.
d) Atur setting warna yang Anda inginkan pada property bar, perhatikan tampilan warna uniform berikut.
Uniform Fill
Dari tampilan tersebut dapat pula dilakukan pencampuran warna melalui pilihan tab Mixers.
Color Mixer
Penggunaan warna Fountain Fill
Fountain fill adalah sebuah teknik pengisian warna gradasi yang halus dari dua atau lebih warna yang dapat menimbulkan efek warna kedalaman pada sebuah objek. Langkah untuk menggunakan warna fountain fill adalah klik pada Fill Tool kemudian pilih pada Fountain Fill Dialog. Dari kotak dialog tersebut terdapat empat jenis pengisian warna pada Fountain Fill.
Fountain Fill Linear. Fountain fill linear adalah suatu jenis pengisian warna gradasi yang mengalir dalam sebuah garis lurus melintasi objek.
Fontai Fill Linear
Fountain Fill Radial. Fountain fill radial adalah suatu jenis pengisian warna gradasi yang mengalir secara melingkar dari tengah melintasi objek.
Fontain Fill Radial
Fountain Fill Conical. Fountain fill conical adalah suatu jenis pengisian warna gradasi yang mengalir melingkar dari tengah melintasi objek menuju ke samping.
Fontain Fill Conical
Fountain Fill Square. Fountain fill square adalah suatu jenis pengisian warna gradasi bujur sangkar yang mengalir menyebar dalam bujur sangkar konsentrik dari tengah objek. Saat Anda menggunakan sebuah fountain fill pada sebuah objek, Anda dapat menspesifikasi atribut untuk jenis pengisian yang Anda pilih.
Fontain Fill Square
Penggunaan Texture Fill.
Texture fill merupakan jenis pengisian warna pada objek yang digeneralisasikan secara acakan natural. Untuk menggunakan pengisian tekstur pada sebuah objek, caranya adalah sebagai berikut.
Pilih sebuah objek yang akan diberi warna dengan pick tool.
Klik fill tool dalam tool box dan pilihlah texture fill dialog, perhatikan kotak dialog berikut.
Kotak Dialog Texture Fill
berikut contoh gambar yang menggunakan texture fill berikut ini.
Mewarnai objek
Langkah untuk mewarnai objek adalah seleksilah objek yang akan diberi warna, kemudian klik kiri sebuah warna pada color palette untuk mewarnai bagian dalam, klik kanan untuk mewarnai bagian outline.
Mewarnai halaman
Langkahnya adalah klik menu file, dan pilih layout dan klik pada page background, kemudian klik pada pilihan solid, dan pilihlah warnanya, untuk mengakhiri perintah klik OK.

Tuesday, June 5, 2012

Keamanan Komputer, Pengguna dan Data


1. Prosedur Penggunaan Komputer
Komputer tidak dapat dipergunakan dengan sekehendak hati kita sebagai pengguna. Ada prosedur yang harus diikuti jika ingin menggunakannya. Dengan memperhatikan prosedur yang benar, kondisi komputer dapat terjaga dan keselamatan kerja penggunanya dapat terjamin. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai prosedur dalam menggunakan komputer antara lain perawatan komputer dan posisi tubuh pada saat menggunakan komputer.
A. Perawatan Komputer
Sebagai seorang pengguna komputer, tentunya kita ingin agar komputer kita bisa terawat dengan baik dan tidak cepat rusak. Hal-hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan penggunaan komputer agar lebih aman dan tetap awet adalah sebagai berikut:
  • Hindari   terkena   air   pada   peralatan komputer.
  • Gunakan stabilizer maupun UPS untuk mencegah tegangan listrik yang sering mati dan tidak stabil.
  • Rutin Bersihkan komputer dari debu.
  • Tempatkan  komputer  di  tempat  yang sejuk, tidak terkena panas dan hujan.
  • Lengkapi komputer dengan penangkal petir untuk daerah rawan petir, terutama jaringan komputer yang terhubung menara yang tidak dilengkapi penangkal petir
  • Gunakan anti virus yang tepat demi keamanan data serta sistem komputer dan jangan memakai anti virus lebih dari satu. Karena biasanya terjadi konflik antar antivirus, dan memakan memory yang lebih besar.
  • Manajemen  folder  dan  file  dengan  baik  dan  buang  file-file  yang  tidak diperlukan (file sampah).
  • Jauhkan dari medan magnetik karena bisa mengganggu performa CPU dan monitor.
  • Usahakan  lantai  dilengkapi  dengan  karpet  atau  alas  untuk  menghindari sengatan listrik jika terjadi kebocoran listrik.

B. Perawatan Pengguna
Sebelum menggunakan komputer, kita harus memperhatikan posisi tubuh yang baik supaya dapat menjaga kesehatan dan keselamatan kerja selama menggunakan komputer. Penggunaan komputer yang tidak sesuai dapat menyebabkan nyeri kepala, nyeri otot, dan tulang (terutama bahu ,   pergelangan   tangan ,   leher, punggung, dan pinggang bagian bawah). Selain itu, pengguna komputer juga masih dapat terserang penyakit lain seperti kesemutan, badan bengkak, anggota badan kaku, sakit ginjal, mata merah,berair, nyeri, dan bahkan ganguan penglihatan. Posisi tubuh yang baik saat menggunakan komputer adalah sebagai berikut:
  • Hindari menggunakan komputer dengan bersila, terutama jika akan menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama karena hal itu dapat menyebabkan terganggunya kesehatan.
  • Sebaiknya  gunakan  komputer  sebagaimana  umumnya  yaitu  komputer diletakkan di atas meja dan kita duduk menggunakan kursi yang nyaman.
  • Sebaiknya kaki menempel di tanah, tidak menggantung. Usahakan lantai dilapisi karpet atau alas.
  • Usahakan tangan sebelah kanan dapat menjangkau mouse dengan mudah dan pergelangan kedua tangan terangkat dengan nyaman pada saat mengetik
  • Jika sudah merasa lelah, tangan diistirahatkan sampai kita siap mengetik kembali.
  • Tempatkan siku sedikit di bawah keyboard agar lebih leluasa pada saat mengetik.
  • Duduklah pada kursi yang ada sandarannya.
  • Posisi punggung usahakan tidak membungkuk.
  • Usahakan jarak pandang mata dengan monitor tidak kurang dari 50 cm.
  • Istirahatlah sejenak apabila mata kita terasa lelah.



2. Prosedur Keamanan Data
Seperti halnya di dunia nyata, internet sebagai dunia maya juga banyak mengundang tangan-tangan kriminal, baik untuk mencari keuntungan materi maupun sekedar untuk melampiaskan keisengan. Hal ini memunculkan fenomena khas yang sering disebut cybercrime (kejahatan di dunia cyber).
Dalam lingkup cybercrime, kita sering menemui istilah hacker dan cracker. Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet disebut sebagai cracker. Beberapa metode atau cara yang digunakan para hacker dan cracker untuk menyusup ke sebuah jaringan komputer antara lain sebagai berikut:
a. Spoofing
Spoofing merupakan sebuah bentuk kegiatan pemalsuan, dimana seorang hacker memalsukan identitas seorang user hingga dia berhasil secara ilegal logon atau login ke dalam satu jaringan komputer (seolah-olah seperti user yang asli).
b. Sniffer
Sniffer adalah kata lain dari network analyzer yang berfungsi sebagai alat untuk memonitoring jaringan komputer. Alat ini dapat dioperasikan hampir pada seluruh tipe protokol, seperti ethernet, TCP/IP, dan lain-lain.
c. Password Cracker
Password cracker adalah sebuah program yang dapat membuka enkripsi sebuah password, bahkan bisa digunakan untuk mematikan sistem pengamanan password.
d. Destructive Devices
Destructive devices merupakan sekumpulan program virus yang dibuat khusus untuk melakukan penghancuran data-data.
e. Scanner
Scanner adalah sebuah program yang secara otomatis akan mendeteksi kelemahan sebuah komputer di jaringan lokal atau di jaringan lain. Dengan menggunakan program ini, seorang hacker yang berada di Indonesia dapat


Untuk menjaga keamanan data di jaringan komputer pada saat data tersebut dikirim maupun disimpan, maka dikembangkan beberapa teknik keamanan data. Teknik keamanan data tersebut antara lain.
  1. SSL. Browser di lengkapi dengan secure socket layer yang berfungsi untuk menyandikan data, sehingga komputer-komputer yang berada diantara pengirim dan penerima tidak dapat membaca isi data. Hal ini dilakukan karena jalur pengiriman data melalui internet melalui banyak transisi dan dikuasai banyak orang sehingga pengiriman data melalui internet rawan oleh penyadapan. Oleh karena itu, perlu dibuat pengamanan secure socket layer (SSL).
  2. Internet Firewall. Internet firewall berfungsi untuk mencegah akses dari pihak luar ke sistem internal. Dengan demikian, data-data yang berada di dalam jaringan komputer tidak dapat diakses oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab. Jaringan komputer yang terhubung ke internet, perlu dilengkapi dengan internet firewall. Firewall bekerja dengan dua cara, yaitu dengan menggunakan filter dan proxy. Firewall yang bekerja dengan menggunakan filter, mampu menyaring komunikasi yang seperlunya saja. Hanya aplikasi dan identitas tertentu saja yang bisa berhubungan. Sedangkan firewall yang bekerja dengan menggunakan proxy akan mengijinkan pemakai dari dalam untuk mengakses internet seluasnya, sedangkan pemakai dari luar hanya bisa mengakses komputer tertentu saja.
  3. KriptografiKriptografi merupakan seni membuat sandi data. Sebelum dikirim ke internet, data-data yang akan dikirim disandikan terlebih dahulu. Di komputer tujuan, data tersebut dikembalikan ke bentuk aslinya sehingga bisa dimengerti dan dibaca oleh penerima. Data yang disandikan dimaksudkan agar pihak-pihak yang menyadap pengiriman data, tidak mengerti isi data yang dikirim karena berbentuk kata sandi. Dengan demikian keamanan data dapat dijaga. Ada dua proses yang terjadi dalam kriptografi, yaitu proses enkripsi dan dekripsi. Proses enkripsi adalah proses mengubah data asli menjadi data sandi, sedangkan proses dekripsi adalah proses mengembalikan data sandi menjadi data asli.